“ ehhh Nggeh kang “ jawab woro lirih
“ Jawab yang tegas , jangan – jangan kamu juga takut ya ? “
“ ehh Mboten kang mboten “ jawab woro masih lirih
Setelah sholat isya mereka melanjutkan kegiatan khitobah di Pondok.
Khitobah kalau dalam istilah umumnya yaitu pidato. Disini santri – santri di
ajarkan bagaimana cara melatih mental mereka agar bisa berbicara di depan umum,
supaya ilmu yang mereka dapatkan di pondok selama bertahun – tahun bisa mereka
sampaikan kepada teman atau warga desa didaerah asal mereka masing – masing.
Ada sebuah mahfudzot
“ العلم
بلا عمل ك اشجر بلا سمر "
“
Ilmu Tanpa Pengamalan itu bagaikan Pohon Tak Berbuah “
Setelah selesai kegiatan tibalah
waktunya absent malam, sebelum mereka pergi tidur. Mereka sudah menyiapkan jam
Waker terlebih dahulu dan diatur sesuai jam mereka akan melakukan tantangan.
“ Kriiiingg.... Kriiiiingg ...
Krriinggg “
“ Gus ... Bangun Gus udah 12 malam
nih “ sambil menepuk punggung Gus Peng dengan Keras.
“ Ro ... Bangun Ro.. Jadi Ikut gak
? jangan Bilang kamu takut “
“ Hooaammmm .. .. Jam brpa sih ? Masih ngatuk aku ini . “ kata
Gus Peng Pelan.
“ Jadi Gak Ini ? “ tanya Jono. “
Jangan bilang kalau gak jadi karena takut “
Gus Peng, Jono dan satu lagi Woro
sebagai saksipun sudah berkumpul di depan kamar di temani sebatang lilin yang
menyala. Menambahkan bumbu horror pada
perkumpulan itu.
“ Jadi Gini , Nanti Satu Persatu
dari kita gantian pergi kekamar mandi, perginya sendirian aja , kita buktiin
bener gak suara itu ? setelah bener baru kita datang kesana rame2. Masing –
masing dari kita pegang jam tangan kan ? setiapa orang punya wakt 10 Menit. Mengerti
“ Jelas Jono.
“ Tapi ...? “ omong Gus Peng
“ Tapi apa ? Takut ? “
“ Gak ya .. Tapi siapa giliran
pertama ? “ tanya Gus Peng
“ Ya Sampean Lah Gus “ . jawab
Jono. “ Kan yang denger pertama kali sampean , sampean buktiin lagi , siapa tau
kemaren itu salah denger ”
“ Waah Keputusan sepihak itu
namanya “
Tantangan Pun Dimulai
Bersambung.....
Label: Cerpen

Posting Komentar