Hari ini kucoba mencari tahu tentang  mahasiswa yang bagaimana yang pantas di sebut agent of control dan agent of change.  Setelah menjadi mahasiswa biasanya seorang organisatoris selalu di fahamkan bahwa mereka adalah agent of Control dan agent of Change , seorang mahasiswa mampu mengendalikan bagaimana negara karena mahasiswa adalah golongan dan kaum Muda terpelajar yang sudah bisa berfikir kedepan. Segala tindakan sering sekali didasarkan melalui pemikiran – pemikiran yang matang. Serta mahasiswa juga sebagai agen perubahan , siapa yang dapat merubah negara ini kalau bukan dilihat dari kaum mudanya. Bung karno pernah berkata “ ....... berikan aku satu pemuda niscaya akan kugoncangkan dunia “. Ini cukup sekali menjelaskan tentang bagaimana pemuda. Apalagi [emuda seperti mahasiswa yang mempunyai intelektual yang insya allah tinggi.
Mahasiswa sering sekali di anggap buruk karena aksi – aksi yang mereka lakukan. Demo merupakan jalan terakhir setelah semua jalan – jalan dibelakangnya itu tidak terlaksana. Tapi terkadang masih saja ada mahasiswa yang tidak menghiraukan tentang hal ini. Dan langsung saja melakukan aksi tanpa melakukan jalan – jalan lain. Aksi dianggap hal yang paling efisien untuk dapat langsung beraudiensi. Contoh pertama ketika mahasiswa melakukan aksi kepada dekan di fakultasnya. Dengan jalur biasa sangat sulit untuk dapat beaudiensi dengan dekan karena dekan punya beribu alasan untuk menghindari audiensi langsung kepada mahasiswa. Setelah dekan menolak mahasiswanya untuk beraudiensi langsung maka mahasiswa atau kita sebut saja masa aksi langsung melakukan aksi.
Dalam melakukan aksi juga tidak sembarangan, mentang  - mentang ketika diajak beraudiensi ditolak langsung aksi begitu saja. Itu anak TKpun juga bisa. Melakukan aksi itu tidak langsung seperti itu. Sebelumnya ada yang namanya pencarian issue dan setelah itu pembacaan yang dihadiri oleh masa aksi. Setelah selesai melakukan pembacaan atau memahamkan kepada seluruh masa aksi tentang aksi yang akan dilakukan. Maka di lakukan pemilihan siapa yang menjadi KorDum ( Koordinator Umum ) artinya yang menjadi pimpinan aksi tersebut, kemudian  KorLap ( Koordinator Lapangan )  yang menjaga masa aksi tetap berada dalam garis yang biasanya terbuat dari tali rafia. Dan sisanya adalah masa aksi. Dan masa aksipun masih di bagi lagi dalam beberapa tugas. Ada yang membuat spanduk atau banner berisi tulisan – tulisan tentang tuntutan – tuntutan. Ada juga yang bertugas membawa ban dan bensin sebagai jalan terakhir untuk memanggil birokrat yang susah di ajak kompromi dengan ancaman membakar ban.
Saya pernah menulis tentang ini di facebook dengan postingan seperti ini “ Mahasiswa Sekarang Bukan lagi agent of control dan agent of change tapi mahasiswa sekarang adalah Agent of Minyak ! BBM , BBM , BBM....... aja yg di Urusin “ banyak mahasiswa yang tidak berfikir panjang tentang aksi  BBM ada yang sekedar ikut – ikutan untuk aksi tanpa tau alasan yang jelas tentang maksud  aksi tersebut. Maka mahasiswa yang seperti ini tidak bisa disebut sebagai agent of control. Tapi mahasiswa seperti ini lebih pantas disebut sebagai agent of minyak karena hanya BBM dan BBM saja yang diurusin sedangkan masalah  masalah lain tidak pernah difikirkan.
Dalam menyikapi masalah BBM ini mahasiswa tidak bisa digolongkan menjadi satu bagian saja. Tidak semua mahasiswa setuju dengan kenaikan BBM dan tidak semua mahasiswa  juga yang  tidak setuju  dengan kenaikan BBM alias setuju dengan rencana BBM yang Naik. Saya sempat melakukan pertanyaan – pertanyaan di beberapa group facebook. Ternyata ada dua tipe mahasiswa dalam menyikapi seputar BBM ini yaitu :

1. Mahasiswa yang tidak setuju dengan kenaikan BBM
                Kenaikan BBM hanya akan menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat, di indonesia segala sesuatu di ukur oleh BBM karena jika BBM naik maka semua harga barang otomatis akan naik. Bagi mereka yang ekonomi atas tidak akan mempermasalahkan hal ini. Bagi yang berekonomi bawah mereka akan berfikir jauh kedepan bagaimana menghidupi keluarganya. Pemerintah atau pejabat di atas sana mempunyai rencana – rencana yang kotor jika kita mau menganalisanya. Korupsi dimana – mana, pejabat yang melanggar hukum sudah tidak terhitung jumlahnya. Bahkan pejabat yang sangat dekat dengan para ulama besarpun masih saja berbuat hal yang melanggar hukum. Masihkah kita percaya dengan mereka – mereka yang mempunyai cara kotor melalaui moment BBM ini ? sebagai agent of control kita harus bisa mengatasinya.
                Busung lapar, putus sekolah, pengangguran, pemulung dan lain sebagainya merupakan dampak yang harus dihadapi setelah kenaikan BBM. Hal Ini tidak akan membuat indonesia semakin maju tapi akan membuat indonesia semakin terbelakang. Aksi turun dijalan akan selalu dilakukan jika pemerintah yang hanya modal janji –janji tidak becus mengurusi rakyatnya. Terutama kaum menengah kebawah.(red)

2. Mahasiswa Yang Setuju dengan Kenaikan BBM
                Jangan Selalu melihat pemerintah dalam sisi negatif, kebijakan untuk menaikkan BBM mungkin adalah sebuah langkah besar dalam menaikkan perekonomian rakyat. BBM naik maka segala barang akan naik , harga pasarpun ikut naik. setelah semua itu naik pasti UMR juga akan ikut naik dan gajipun jadi ikut naik. Jadi semuanya pada akhirnya akan berjalan normal lagi dikemudian hari. Setelah ekonomi naik barulah pemerintah menangani masalah – masalah pengangguran dan kemiskinan. Indonesia terutama rakyatnya belum berani untuk melompat 2 atau 3 langkah kedepan. Hanya ingin diam ditempat dan menikmati apa yang biasanya dilakukan tanpa menginginkan perubahan. Kenaikan BBM di Indonesia mungkin dirasa memberatkan. Tapi kita lihat secara dunia. BBM seukuran indonesia itu masih jauh sekali dengan ukuran BBM di luar Indonesia. Kapan indonesia berani untuk melangkahi negara lain. Jika BBM saja masih menjadi masalah.
Rakyat indonesia itu di ukur dari BBMnya “ BBM naik semua Ikut Naik “ kata Ulil Absor abdala pada Twitternya. Paradigma seperti ini harus di rubah. Masa depan itu belum pasti. Bisa saja kemungkinan – kemungkinan yang di sebutkan oleh mereka yang turun kejalan itu tidak akan terjadi. Jika masa depan sudah jelas dan kita tau betul hal itu akan menyengsarakan rakyat, barulah kita bertindak. Jangan bertindak seperti agent of Minyak jika suatu hal di masa depan itu belum pasti.(red)

Sebenarnya masih ada alagi satu tipe Mahasiswa, yaitu mahasiswa yang acuh akan kenaikan harga BBM. Mau Naik ya tidak apa – apa, mau tidak jadi naik ya alhamdulillah. Mahasiswa ini tidak pantas di katakan mahasiswa. Walaupun dia kuliah dan belajar di universitas, di sebut agent of control tidak pantas dan agent of minyakpun tidak pantas. Sebagai mahasiswa kita harus faham akan permasalahan – permasalahan seperti ini. Keberhasilan suatu negara di masa mendatang bisa dilihat dari pemudanya di masa sekarang. Jika pemudanya amburadul dan berantakan maka tunggulah kehacuran negara itu. Tapi jika pemuda itu itu bersikap kritis da sebaliknya. Maka kejayaan suatu negara akan terlihat.
Dimanakah posisi kita sekarang  ? agent of control , atau agent of minyak , ataukah agent Abal – Abal. “ LOOK AT YOUR SELF BEFORE “