Ketika matahari masih enggan menampakkan sinarnya dan ayam jantan masih
terlelap dalam tidurnya. Gus Peng seorang pemuda berbadan sedang tiba – tiba
terbangun dari tidurnya yang nyenyak karena sebuah mimpi yang mengharuskannya
untuk mandi. Lalu ia perlahan – lahan membuka lemari agar tidak membangunkan
santri lain yang sedang pulas tertidur bersama fantasi mereka masing- masing.
Saat itu jam menunjukkan pukul setengah tiga pagi. Gus Peng jalan menuju
kamar mandi secara hati hati supaya tidak menimbulkan kegaduhan. Diambilnya
peralatan mandi dalam lemari mulai dari Sabun, sikat gigi, Pasta Gigi,
pembersih muka serta satu hal lagi yang paling penting yaitu shampo. Gus Peng
adalah seorang santri yang sangat memperhatikan sekali soal kebersihan dan
terutama penampilan. Santri yang Berwajah Menawan dengan kumis tipis ini merupakan
pribadi idaman para santriwati di pondok. Banyak santriwati yang ingin kenal
dengannya atau sekedar menyapanya. Tapi alangkah sayangnya harapan mereka
kandas pada peraturan pondok pesantren yang sangatlah membatasi antara laki –
laki dan perempuan. Satu ciri khas yang
dimilikinya yakni Peci Hitamnya yang selalu dia kenakan kemana – mana dan tidak
akan melepasnya kecuali pada satu tempat keramat yaitu kamar mandi.
Sambil Mengendap – endap perlahan Gus Peng Meninggalakan kamarnya untuk
menuju ke kamar mandi. Jarak kamarnya dan kamar mandi agak jauh. Kamar mandi
Pondok ini berada di belakang Mushola pondok. Dan mushola terletak sekitar 10
meter dari kamar Gus Peng.
“ Astaghfirullah... aku tadi koq bisa mimpi itu ya ?? tpi.. asyik juga
kalau nyata ..?? hehehe “ Fikir Gus Peng
dalam hati sambil Masuk ke Dalam Kamar Mandi.
Byur....byur...byur.... terdengar suara air berjatuhan dibawah lantai.
Dengan terburu – buru Gus Peng Menyiram seluruh tubuhnya. Mulai dari ubun –
ubun sampai ke ujung kakinya. Dia menyiram air ke tubuhnya dengan cepat sekali.
Tersendat rasa takut dalam hatinya karena harus mandi jam segitu.
Gus Peng walaupun dia di panggil Gus yang merupakan putra dari seorang
kyai . Tapi Guse Juga Manusia. Gus peng memiliki rasa takut akan hal – hal
mistik. Meskipun dia tidak pernah mengakuinya. Pernah suatu ketika setiap wudhu
sebelum sholat isya dia selalu minta ditemenin oleh teman sekamarnya. Kebiasaan
ini muncul setelah mendengar cerita tentang seorang santriwati yang meninggal
di dekat sumur dan rohnya yang bergentayangan dan selalu bertanya
“ Ajeng Wudhu
Kang , Sholate sing Khusyuk nggeh, hihihihiihihihihi “Bersambung
Label: Cerpen

Posting Komentar