Dulu Setiap santri yang sedang sendirian wudhu di sumur pondok sering
kali mendengar suara itu serta tertawa yang sangat menakutkan. Konon santriwati
tersebut merupakan anak dalem dari pondok Gus Peng ketika itu gus Peng Masih
seorang bayi yang imut dan unyu –unyu . Sebagai seorang anak ndalem di pondok
dia mendapatkan kewajiban untuk mencuci pakaian keluarga kyai. Kewajiban mencuci ini sering ia lakukan tengah malam .
karena hanya pada waktu itu saja yang kosong tidak ada kegitan. Tiba – tiba di
suatu pagi ketika santri2 lain sedang mengambil wudhu , santriwati itu ditemukan
meninggal di dalam sumur. Isu yang terdengar setelah peristiwa itu bahwa
santriwati itu terpeleset dan masuk kedalam sumur ketika sedang mencuci pakaian
di tengah malam dan tidak ada yang menolongnya karena para santriwati
–santriwati yang lain sedang tertidur
lelap.
Setelah beberapa tahun di pondok sedang renovasi di bagian asrama pondok
putri. Asrama ini ditingkat karena semakin banyaknya santriwati yang mendaftar
ke pondok. Karena renovasi ini akhirnya santriwati di pindah ke asrama putra
dan yang putra pindah ke asrama putri untuk semntara waktu hingga renovasi
selesai sampai sekarang. Semenjak
mendengar cerita itu Gus Peng Selalu kepikiran tentang roh santriwati itu. Dia
tidak pernah pergi mengambil wudhu sendirian meskipun itu di siang hari yang bolong.
Pasti dia selalu minta untuk di temenin dengan segudang alasan agar dia tidak
pergi kekamar mandi sendiri.
Dengan Cekatan Gus Peng menyiram serta membersihkan seluruh badannya. Tapi
Tiba – tiba ,......................... ? ‘
“hahahaha……hahahahaha…hahahaha “
“ Glodak ” terdengar suara gayung terjatuh
“ Siapa disana ? siapa ?
sepertinya gak ada org tadi selain aku ? yang diluar gak usah becanda ….. gak
lucu…”kata gus Peng
“ hahahahaha…..hahahahaha...haaa “ terdengar suara orang tertawa untuk
kedua kalinya.
“ Heh ora lucu .. siapa di luar ??? “ tanya Gus Peng sekali lagi.
Bulu kudu merinding di iringi rasa takut dalam hati. Wajah putih pucat
dan gigi gemetar karena takut .Gus Peng sangat terkejut sampai – sampai ,
gayung yang dipegangnya terjatuh karena suara Tawa yang tidak jelas asalnya.
Beribu – ribu pemikiran aneh terlintas di fikirkan Gus Peng .
Dalam Suasana
gelap mencekam Gus Peng lari terbirit – birit dan meninggalkan kewajibannya di
kamar mandi. Dan lari menuju kamarnya di asrama secepat dia bisa.Bersambung....
Label: Cerpen

Posting Komentar