Sepercik
cahaya jatuh menyinari
Hamaparan pendataran
menghampiri
Sepercik angin
berhembus menyinari
Keindahan alam
di pagi ini
Kuberjalan perlahan
mengamati
Kehijauan alam
yang di anugrahi
Syukurku pada
tuhan saat ini
Terima kasih
untuk ketenangan hati
Hijau....
hijau.... dan Hijau
Apa yang
hijau ? almku yang hijau
Cahaya menyinari
alamku yang hijau
Kenapa harus
hijau. Karena aku suka hijau.
28 April 2013, Taman Buah Magunan
Label: Sajak Puisi
.jpg)
Bayi, saya suka cara penyampaian ide pikiranmu ke dalam karya-karyamu. Seperti yang bisa dilihat di dalam cerpenmu, bahasanya mengalir dan bisa dinikmati pembaca. Meskipun demikian, mungkin eksekusi ceritamu ada yang sedikit rancu susunan ceritanya, sehingga agak kurang jelas.
BalasHapusUntuk Puisinya, kamu bisa dibilang telah menuangkan sudut pandang ke dalam sebuah objek dengan menarik. Kata-kata yang digunakan juga variatif dan mencerminkan suatu simbol. Temanya juga asyik dan tentunya memiliki makna mendalam.
Secara keseluruhan, Saya bisa menikmati karya-karya sastramu. Saya juga merasa iri dengan estetika bahasa yang kamu sampaikan dengan sedemikian rupa. Pertanyaan saya, gaya bahasa apa yang cenderung kamu gunakan? Dan darimana kamu mendapatkan inspirasi untuk menulis?
Terimakasih
untuk alur cerita itu memang sebuah tingkat kesulitan bagi setiap penulis amatir
Hapusinspirasiku menulis adalah sesuatu hal yang ku suka
like,,,,
BalasHapustapi aku rasa kamu bisa memakai kata-kata yang lebih amazing, yang tak setiap pembaca bisa langsung mengerti, buatlah pembaca berfikir kemana langkah ini, hingga akhirnya pembaca menemukan sesuatu yang wow ternyata begini,,,
heheh
(y)
yang susah di tebak ?? itu bukan gaya menulisku... haahahahaa
BalasHapus