Jono pun kembali kepada teman – temannya yang
menunggu didepan kamar.
“ gak ada apa - apa koq gus. Menghayal aja kemaren itu“ kata jono
“ gak ada apa - apa koq gus. Menghayal aja kemaren itu“ kata jono
“
belum Muncul aja kalee. , lihat aja ntar kalau muncul baru kamu percaya “
Bantah Gus Peng.
“
ahhhhh alesan wae, “ ucap jono. “ Kamu gimana ro ? mau test Juga ? “ tanya jono
kepada woro.
“
Ora ah.. Aku disini kan Cuma jadi saksi kalian berdua aja..” jawabnya lirih
Tantanganpun
belum berakhir , kini tantangan akan masuk kepada babak akhir yakni merka kan
membuktikan secara bersama – sama dengan masuk kamar mandi secara bersamaan dan
pada waktu yang sama. Waktu yang ditetapkan masih sama . mereka akan disana
selama kurang lebih 10 menit. Dan tidak ada yang boleh meninggalkan tempat itu.
Merekapun
berjalan beriringan menuju ke kamar mandi, setelah sampai di depan pintu kamar
mandi merka langsung saja masuk kedalam. Pada tantangan ini Woro dipaksa untuk
ikut karena dialah yang akan membuktikan khayalan Gus Peng kemaren.
Satu
menit ... dua menit... tiga menit .. pun
berlalu. Tanpa adanya suatu peristiwa apa – apa samapi tiba tiba terdengar
suara lolnglongan anjing di belakang pondok.
“
Auuuukkkkkkkk “
“
Jooonnnnnnn !!!!! apa itu joonnn , itu pertanda..” kata gus Peng lirih sambil
memegang lengan Jono dan woro dengan
kencang.
“
klw Takut ya jangan gitu to gus ....... !!! sakit tau... “ ucap jono sambil melepaskan
cengkraman tangan Gus Peng di Lengannya “ kasihan tuh woro juga “..
“
wess yuk , wesss ... aku ngantuk iki..” ajak Gus.e
“
Ehhh Alesan Wae.. baru tiga menit nih... “ kata jono..
Gus
Peng hanya bisa berdiam pasrah tanpa perlawanan. Tiba – tiba muncullah rasa
penyesalan lagi dalam hati. “ Mbok ya gak usah cerita – certa kemaren. Gak kaya
gini kan jadinya .” menyesal dalam hati. Tapi karena Gengsi di katai penakut ya
jadi terima – terima aja. Kan Gus.e..
Tiba
– Tiba........
“
Hahahahahahahahaha haaa haaha “
Serentak
mereka berduapun kaget dengan suara tertawa orang yang tiba – tiba muncul.
Dengan langkah kaki seribu jono dan gus peng langsung lari dari kamar mandi
menuju ke Kamarnya sambil berteriak kencang. Dan tanpa menghiraukan apapun di
sekitarnya. Sesampainya dikamar langsung mereka mentup seluruh badan
menggunakan selimut dari sarung. Dan langsung menyalakan lampu kamar sehingga
membuat para santri – santri yang laen. Sehingga terjadilah keributan di malam
itu karena ulah mereka berdua.
“
Hehh Matiin , ngantuk ini .. ganggu orang tidur aja .. ni udah malem tau “ kata
salah satu santri dan di ikuti juga dengan santri santri yang lain sehingga
membuat gaduh pada malam itu. Tanpa menghiraukan mereka masih saja sembunyi
dibalik selimut.
“
Bener kamu gus “ kata jono dengan nafas terenggah – enggah
“
Tuuhh kan , apa aku bilang.. gak percaya sih kamu..” ucap Gus Peng
“
Tapi Ngomong – ngomong Woro mana ya ? dia ikut lari gak tadi ?
“
kayanya enggak deh.. tadi tu suara tertawanya keras banget seperti dibelakang
kita. Kalau kemaren kan di luar ruangan yang ku dengar “ jelas Gus Peng
“
Jangan – jangan !!! “ Ucap mereka berdua bersamaan. Kemudian berdiri dan
langsung pergi lagi kekamar mandi. Dan dugaan mereka berdua ternyata benar .
mereka menemukan Woro masih dikamar mandi sendirian dan ditemenin oleh sebatang
Hape mungil sambil berSmsan ria.
“
Kamu ngapain disini ro ? “ tanya gus peng “ bawa – bawa hape itu apa maksutnya
? peraturan pondok sini kan gak boleh bawa hape “ kata gus peng.
“
eehhhh anu Gus .. emmmm Anu... emm “ jawab woro Gelagapan
“
Anu ... anu... , jawab yang jelas. Tadi kenapa pas ada suara tertawa kamu gak
lari bareng kami ? “ tanya gus peng
“
Ituu.... suara ringtone hape saya Gus “ jawab woro
“
huuuuuuuuuhhhhh dasar, bikin kaget aja.. ternyata kamu biang keroknya dari
kemaren ?? “ teriak Jono sambil memukul
pundak woro, emosi karena merasa di permainkan oleh anak kecil.
“
Maaf Kang ! “
“
Maaf , maaf. Bikin orang Sibuk aja kamu itu, kenapa gak bilang kalau ketawa
yang kemaren itu ringtone hapemu ? “
“
Takut Ketahuan bawa hape kang. . .
Apalagi sama Gus Peng , maaf nggeh gus “
Datanglah
para pengurus Pondok dan jajarannya
sambil membubarkan mereka yang sedang beradu kata.
“
Ini sudah malam , sekarang kalian pergi tidur, dan kita selesaikan ini besok
pagi, untuk njenengan Gus, langsung kaleh Romo kiyai , “ kata salah satu
pengurus pondok “ Ayo sekarang semuanya bubar “.Bersambung ...
Label: Cerpen

Posting Komentar