******
Pagi Haripun tiba ,
mereka berdua dipanggil ke Ruang pengurus Pondok karena ulah meraka semalam
yang membuat kegaduhan dan kebisingan. Mereka berdua disuruh menjelaskan apa yang terjadi dan
mengapa mereka melakukan hal itu semalam. Dan ditambah juga Woro karena
melanggar peraturan pondok karena membawa Handphone. Jadi Mereka bertiga
dikenai hukuman sesuai pelanggaran yang mereka buat.
Gus peng walaupun seorang Gus tapi yang namanya peraturan
pondok ya tetap pertauran pondok jadi tak ada perbedaan antara santri biasa dan
Gus dalam penetapan hukuman. Gus Peng dihukum mengaji di pondok pondok putri
selama satu minggu ditambah menguras kamar mandi setiap minggu dalam satu bulan
ini. Dalam hati penyesalan sangatlah tampak dihati Gus Peng, Kejadian ini
membuatnya sadar bahwa dia mempunyai tugas dan amanah yang sangat besar.
Biarlah ini menjadi sebuah pelajaran yang membuatnya Lebih Dewasa dan tidak penakut kelak.
Jono karena hanya seorang santri dan tidak terlalu
banyak membuat kegaduhan. Dia diberikan hukuman yang sama dengan Gus Peng tetapi
karena dialah yang memancing Gus Peng hingga berbuat seperti itu jadi Jono juga
mendapatkan hukuman, tetapi agak berbeda dengan gus Peng yakni Mengaji di
Pondok putri selama 5 hari dan menguras Kamar mandi hanya 3 kali dalam satu
bulan. Hukumannya berbeda sedikit karena Gus Peng adalah seorang Gus. Setelah
Kejadian ini jono tidak menaruh rasa marah kepada Gus Peng. Karena jono sadar
perbuatannya semalam bukanlah semua karena Gus Peng, Tapi Kesalahan dia Juga.
Dan yang terakhir Woro , karena perbuatannya yang
membawa hadphone dia harus berurusan langsung dengan romo kyai. “ Saya membawa
Handphone karena tidak ingin lepas komunikasi denga teman – teman dirumah saya
masih belum kerasan “ Bela Woro kepada romo kyai. Meski dengan alasan
seperti itu yang dinamakan peraturan pondok tetaplah peraturan. Peraturan
dibuat karena maksud dan tujuan dari pembuat peraturan. “ Dengan kamu bawa hape
le.. bukan membuat kamu kerasan disini , itu akan selalu membuat kamu mengingat
– ingat rumah. Sehingga membuatmu semakin kerasan “ Ngendiko Romo Kyai.
Label: Cerpen

:)
BalasHapussecara keseluruhan bagus, aku suka, cuma di endingnya yg aga' kurang jelas tentang tawa itu.
kan di awal eg diceritain ternyata ada woro juga saat gusnya takut pertama kali. bagusnya saat awal gus peng ketakutan dikamar mandi itu, dia ketemu woro gtu, dg eg dijelasin woronya bw hp ato eg. jadi saat endingnya dia sama woro lagi jadi nyambung.
terus terlalu banyak jeda yang diulang2, mungkin karena bersambung-sambung ya, atau sedikit yang di posting tiap episode, yang buat pembaca kesannya jadi penasaran eg juga.
hmm..
gtu aja dari aku...
lanjutkan cerita lain..
di tunggu postingannya. ^_^
iyya saya juga berfikir kaya gitu...
BalasHapusKemaren ada niat untuk merubah jalan cerit yang awal itu.
Tapi saya berfikir karena udah keburuan di posting.. Jadinya ya tunggu selesai dulu postingannyaa.. Baru di editing.. Hehehehehe
Alesan aja ya aku ?
heheheh..
Hapuspinter...
selalu ada alasan untuk nambah kare.. ups...
heheheh :)
#gpp...
oiaa..
ajarin edit blog.....