Sinopsis "Keledai Yang Bijak"

Karya : Taufiq El Hakim

Namanya Beik, Dia adalah seorang penulis yang suka berpindah – pindah tempat tinggal. Pindah dari satu hotel ke hotel lain di kairo. Dia adalah tipe orang yang tidak suka dengan keramaian. Suatu hari ketika ia sedang berjalan menuju ke salon cukur. Dia menemukan kerumunan orang yang berkumpul di tengah jalan yang sedang melihat petani menjual keledai kecil miliknya. Dalam kerumunan Beik pun tidak sengaja berucap “ 30 piester “. Yang akhirnya petani itu menjual keledainya kepadanya karena bujukan dari seorang tukang koran dan juga karena tak ada lagi dari kerumunan itu yang mau menawarnya.
secara diam – diam Keledai itupun dibawanya ke hotel dimana tempat Beik menginap. Karena kebijakan hotel yang tidak mengijinkan hewan masuk kedalam hotel.Lalu Beik menaruh keledai itu di kamar mandi serta memesankan untuknya secangkir susu. Yang ternyata hanya dilihat saja dan tak mau meminumnya.Beik keluar hotel untuk bertemu dengan tukang koran dan menanyakan mengapa anak keledai itu tak mau minum segelas susu yang di berinya. Tukang koran hanya tertawa dan berkata pada Beik “ apakah keledai itu seorang turis ya tuanku ? dia hanyalah anak keledai yang baru lahir dua hari yang lalu.“
Kembalinya Beik ke hotel Ia dipusingkan lagi karena keledai itu hilang dan tak lagi berada di dalam kamar mandi. Iapun berkeliling untuk mencarinya dan menemukan keledai tersebut didalam kamar seorang wanita seraya berkaca di depan cermin dalam waktu yang lama.
Sore itu Beik mempunyai janji untuk bertemu dengan sutradara yang sudah mengincarnya selama satu minggu untuk dijadikan penulis dialog filmnya. Dan juga mengajaknya untuk tinggal bersama dengan seorang kamerawan beserta istrinya di Desa yang akan di jadikan lokasi film. Beik agak sedikit keberatan untuk tinggal di lokasi karena beberapa minggu ini dia telah pusing dengan berbagai masalah, mulai dari wakil dari dari perusahan film yang mengejar – ngejarnya setiap hari hinga ia harus menerima tawaran tersebut  karena iming – iming kontrak yang besar serta tertipu oleh pedagang buku dan sekarang bertambah lagi dengan hadirnya anak keledai yang barusan dibelinya .
Sore itu sang sutradara sudah siap di depan hotel untuk menjemput sang penulis dialognya, Beik. Ketika akan berangkat Beik meminta ijin kepada sutradara untuk membawa temen dekatnya dan Sutradarapun setuju. Yang kemudian terkejut sembari tertawa karena yang di bawa oleh Beik adalah seekor keledai dan bukanlah seorang teman dekat seperti yang dibayangkan oleh Sutradara.
Setibanya di desa yang akan di jadikan lokasi film, Beik mencari kepala desa untuk menitipkan keladainya agar di carikan induk keledai yang mau menyusuinya. Ketika sedang berkumpul diloteng tengah untuk makan malam. Istri dari kamerawan bertanya seputar nama keladai itu kepada Beik. Dan iapun hanya menjawab namanya filsuf, karena tingkah lakunya yang bagaikan filsuf, Puasa minum susu dan bercermin dengan waktu yang lama.
Hari – hari berlalu dengan kesibukan penggarapan skenario film.  Disela – sela itu, Beik teringat dengan filsuf dan kemudian meminta kepada salah seoarang petani untuk membawakan kepadanya. Datanglah seorang petani dan berkata “ berhari – hari mereka mencari induk keledai yang baru melahirkan atau baru mengandung tapi tetap saja tidak mau minum, mungkin dia sebentar lagi akan mati “. Beik mendengaritu dan hanya terdiam seperti tidak peduli karena dari awal berfikir bahwa keledai ini adalah masalah.
Sekembalinya Beik ke kairo, dia mendapatkan undangan dari Sutradara untuk makan malam di Pinggiran Piramida serta pesta untuk merayakan awal pembuatan film. Beik hanya terdiam dan kurang bersosialisai dengan tamu – tamu dan akhirnya memisahkan diri ke luar dan duduk di bangku oanjang menyendiri. Dan kemudiandisana Beik di datangi oleh wanita  yang menyadarkannya akan hidup dan pula mengingatkannya dengan Filsuf.

Beberapa hari setelah acara itu, sutradara mendatangi Beik mengabarkan berita buruk. Bahwa Filsuf telah mati. Seketika itu Beik sadar dengan keadaannya yang selalu saja seperti anak keledai yang bernama Filsuf. Ia terlahir sejak dua hari, dan pergi dari cangkir susu menuju cermin lemari untuk memerhatikan dirinya. Begitu pula beik sejak kecil lari dari kemegahan kehidupan yang menghanyutkan para pemuda – pemudi, menuju sebuah cermin agara dapat memperhatikan diri didalamnya. Perhatian orang yang sedang bingung akan diri.

PANDUAN MENDAKI GUNUNG




Barang-barang apa saja yg perlu dibawa/dipersiapkan?
1.       Carrier.
Ukuran tas 40-50 liter adalah ukuran yg paling ideal untuk One-night- climbing. Jangan lupa sesuaikan panjang tali bahu dan pinggang dsb. Lengkapi dengan cover bag anti air.
2.       Matras,sleeping bag (SB),
jangan lupa cek apakah ukuran kedua peralatan ini sudah sesuai dengan ukuran tubuh. Sebaiknya cari SB yang memiliki bantal.
3.       Logistik : Coklat/Gula Jawa/Madu.
ketiga makanan ini memiliki kegunaan utama penambah gula darah. Kegunaan lain :
-          Coklat  
penghilang kantuk, memberikan efek perasaan semangat dan senang, menyeimbangkan tekanan darah dsb. Untuk coklat, pilih yg tidak terlalu banyak berisi kacang/mete. 2 batang coklat ukuran kecil cukup untuk perjalanan naik dan turun.
-          Gula jawa
mengurangi panas pankreas, menguatkan jantung, mengandung vit C dsb. Cari yg bersih, bawa secukupnya.
-          Untuk madu,
 bawa 1 atau 2 sachet(optional) Bila kondisi badan kurang fit, konsumsi multivitamin penambah tenaga, 1 saat naik dan 1 saat turun.
-           Makanan
Hindari membawa mie instan dan beras. Kedua jenis makanan ini tidak terlalu baik untuk percernaan dan terkadang tidak matang apabila dimasak di atas ketinggian (memerlukan panci bertekanan). Sereal, roti basah, dan biskuit akan lebih mudah dikonsumsi dan praktis selain kandungan gizinya yg cukup baik. Bawa secukupnya untuk porsi 1x makan. Untuk lauk sebaiknya membawa makanan kaleng seperti sarden, sosis, kornet, jamur/asparagus (bila vegetarian). Cari yg sudah masak (ready to serve). Kaleng yang ada kait pembuka di atasnya akan sangat memudahkan. Pisang, dan buah lain yg tidak terlalu asam, cari yg matang dan manis.
-           Minuman
Air mineral ukuran besar (1,5L) dan botol sedang menurut pengalaman saya sudah cukup untuk perjalanan one-night- climbing. Walaupun tidak merasa haus, biasakan untuk minum 1 teguk air dan ½ potong coklat/gula jawa setiap berhenti istirahat. Kondisi dingin memang membuat jarang haus, tapi tubuh tetap butuh cairan!
4.       Kompor, Alat Masak, Alat Makan.
Sebenarnya kompor adalah optional terutama bila logistik yg anda bawa tidak perlu dimasak. Namun makanan yang hangat tentu akan lebih menyenangkan. Pilihannya adalah kompor parafin dan kompor gas portable. Masing-masing memiliki nilai (+) dan (–) dari sisi ergonomis dan panas yg dihasilkan. Jangan lupa membawa pemantik api, bila budget berlebih belilah windproof lighter/ butane lighter. Untuk alat masak 1 buah Nisting sudah cukup untuk menghangatkan makanan kaleng atau memasak air. Jangan lupa lengkapi dengan gagang portable. Tidak perlu membawa piring, masukkan kembali makanan hangat kedalam kaleng. Jangan lupa membawa sendok.
5.       Peralatan
A.       Jam tangan + kompas,
cari yg bertali lembut, ukuran pas, dan hindari bahan metal.
B.      Pisau lipat.
Pilih yg hanya pisau lipat, bukan yg multi fungsi. Karena kebanyakan pisau lipat multi fungsi tidak terlalu tajam dan banyak fungsinya kurang berguna di alam bebas. Lebih baik membawa pisau lipat, gunting, dan sendok secara terpisah.
C.      Tas Paha. Tas paha
berguna untuk menampung benda-benda kecil yg sering digunakan: obat2an, pisau, coklat, senter. Jangan menaruh beban terlalu berat karena akan mengganggu keseimbangan dan melukai pinggang.
D.      Tali prusik.
tali berguna untuk berbagai hal seperti membuat bivak, mengganti tali yg putus, pengikat, dsb. Cari ukuran yg kecil, 5-10 meter.
E.        Jarum jahit dan benang.
Sebaikknya benang sudah dimasukkan ke jarum.
F.       Obat2an pribadi ( bawadalam dosis kecil), plester, salep painkiller.
Usahakan dalam 1 tim ada yg membawa peralatan P3K lengkap.
G.     Senter.
Usahakan LED Head-Lamp. Saat ini banyak tersedia headlamp murah dan cukup berkualitas (30-65rb battery exclude/ include). HL LED memiliki ketahanan yg lebih lama, cahaya yg lebih baik, dan tentu saja hands-free. Sediakan juga 1 senter tangan kecil sebagai cadangan.
H.      Kantong plastik, polybag.
Bawa sekitar 2 buah, untuk tempat sampah dsb.
I.        Kamera.
Ngga mau kan melewatkan momen indah di puncak?
6.       Pakaian
Atasan : Baju dalam berlengan, kaos lengan panjang, dan jaket (usahakan water and wind proof). Untuk jaket, lebih baik yg hoody sehingga tidak perlu membawa pelindung kepala/windstoper.
Bawahan : Celana dalam, celanan training/olahraga panjang, dan celana kargo. bahan polyester/ polypropiline akan sangat membantu.
Semua pakaian di atas dipakai rangkap (dipakai semua) Baju dan celana ganti sebaiknya ditinggal di base camp. Menurut pengalaman saya, akan sangat menyulitkan bila berganti pakaian saat perjalanan, apabila anda sudah membawa ponco/raincoat, relatif baju anda akan tetap kering.
Rain Coat. Pilih Ponco berlengan, bukan yang atasan dan bawahan. Ponco dapat digunakan sebagai bivak/ tenda darurat. Bila anda tidak memiliki celana anti air, membawa celana rain coat adalah pilihan yg bijak karena ponco tidak terlalu melindungi tubuh bagian bawah dari air dan kelembapan (seringkali kita harus duduk di tanah yg lembab) Sarung tangan (optional)
7.        Sepatu/ alas kaki
Sandal gunung sebenarnya cukup baik untuk pendakian, ringan dan tidak menyerap air. Namun saat turun terkadang akan menjadi menyakitkan, terutama bila kondisi hujan dan becek. Usahakan untuk tidak memakai sandal gunung/ sepatu baru, pakai yg sudah biasa dipakai, atau bila memang baru, biasakan memakainya sebelum pendakian. Plastik pada mata kaki sandal gunung kadang akan menyebabkan rasa sakit, untuk mengurangi rasa sakit pasang plester 2 rangkap di mata kaki , kemudian pakailah kaus kaki. Sandal gunung tipe jepit akan lebih baik terurama ketika turunan. Bila budget cukup, sepatu gunung anti air adalah pilihan terbaik. Bawa 2 pasang kaus kaki.

Yak, saatnya packing!
1.        Sebelum memasukkan barang ke dalam tas, lapisi dulu bagian dalam tas dengan polybag
2.       Mulai masukkan barang ke dalam poly bag, mulai dari matras, SB, dan kemudiaan barang-barang lain.
3.        Tempatkan barang yg berat dekat dengan punggung, dan di posisi atas.
4.       Manfaatkan ruang seefisien mungkin. Isi nesting dengan logistik.
5.        Tempatkan air di posisi paling atas, dan terakhir rain coat.
6.       Kencangkan tali pengatur ruang tas sesuai dengan isi barang.
7.       Tutup tas dengan cover bag.
Tidur siang sebelum berangkat ke lokasi pendakian akan sangat membantu. Usahakan sampai di basecamp pemberangkatan sebelum magrib (sekitar jam 5). Setelah itu waktu bisa dihabiskan dengan makan, ibadah, pendaftaran pendakian, mempelajari peta jalur pendakian, mencari info tentang kondisi jalur dsb.
usahakan makan terlebih dahulu agar perut memiliki cukup waktu untuk mencernanya sehingga ketika naik tidak “suduken”. Jam 7-9 (tergantung jarak dan waktu tempuh hingga puncak) merupakan rentang waktu yang ideal untuk memulai pendakian. Jika berangkat pada waktu ini, kita tak akan melewatkan momen sunrise di puncak, atau setidaknya di posisi yg sudah cukup tinggi untuk menikmatinya.

Saat mendaki
1.       Langkah kaki kecil-kecil
2.       Atur pernafasan
3.       Sebisa mungkin jangan berhenti kecuali di pos pemberhentian. bila lelah, kurangi kecepatan dan atur pernapasan. Bila terpaksa berhenti, cari tanah yg landai.
4.       Saat istirahat di pos lepaskan tas, duduk dengan posisi kaki selonjor, minum secukupnya dan bila botol air minum ukuran sedang habis, segera isi ulang dengan aii dari botol ukuran besar. Jangan berhenti terlalu lama, 5-10 menit cukup.


Camping
1.       Tempat paling ideal untuk camping adalah pos terakhir sebelum puncak. Cari tempat yg terlindung dari angin. Pasang bivak, kita tak akan pernah tahu kapan hujan akan turun. Bila ada, dirikan tenda/dum, arahkan pintu agar angin tidak masuk (melawan arah angin).
2.       Buat semacam selokan disekitar tenda untuk mengalirkan air bila terjadi hujan. Taburkan garam untuk mencegah lintah, (perlu diketahui garam ternyata tidak efektif untuk ular, namun jangan khawatir karena kemungkinan adanya ular sangat kecil terutama di jalur pendakian resmi).
3.       Keluarkan matras, gulung ke arah kebalikan agar matras kembali datar.
4.       Bila akan tidur, lepaskan kaos kaki, celana dan jaketluar yg biasanya basah/ kotor/lembab. simpan di dalam polybag dan masukkan kedalam tas. Siapkan sleeping bag, pakai kaus kaki cadangan dan siap tidur cantik. Sebaikknya makan sebelum tidur karena dalam keadaan perut kosong, badan akan mudah kedinginan.

Saat turun
1.       Sebelum turun, pastikan tidak ada barang / sampah yg tertinggal.
2.       Pastikan kita tidak meninggalkan api, bara, dsb (terutama di musim kemarau)
3.       Pakai kembali kaos kaki, baju, dan celana luar, jangan lupa isi ulang botol minum.
4.       Jika mendaki membutuhkan mental yg kuat, maka saat turun anda akan membutuhkan daya konsentrasi lebih. Kelelahan, dan keinginan cepat sampai akan menurunkan daya konsentrasi. Padahal konsentrasi dan kehati- hatian justru sangat dibutuhkan untuk mencegah cedera dan kesalahan fatal lainnya saat turun.
5.       Tetap jaga kondisi, makan coklat dan minum setiap 30 menit.
6.       Perhatikan tiap pijakan, hindari air tergenang. Bila berpegangan pada batu/ pohon, pastikan dulu apakah cukup kuat menahan berat tubuh kita.
7.       bila terasa mulai licin, cek kondisi sandal/sepatu. Hilangkan lumpur yg menempel.
8.       Selalu cek kondisi teman seperjalanan, jangan sampai ada yg tertinggal jauh. Jaga jarak 1-3 meter. Mungkin bagi beberapa orang, persiapan di atas terlalu berlebihan (sering saya melihat pendaki yang hanya bermodal sandal jepit. kaos, dan celana pendek),
Jangan lupa berdo’a dan izin orang tua : ), selamat mendaki gunung,

Yogyakarta,16 Juli 2014 | 12.52

Kord Indonesia satu Ost. Kompas TV



    C                          F     
aku ingin indonesiaku,,

C                                F
selalu satu dan selalu maju

   C                       F      
aku yakin indonesiaku,,

C                                  F
siap untuk semangat baru..

  C                   F                 G                              
datang dan memilih…….(datang pilih coblos celup)

  C                    F        G                              
Pilih Presidennya....... (untuk Indonesia satu)

C                         F              G
awasi prosesnya……… (datang pilih coblos celup)

C          F          G
semua demi mimpi..

                   G
untuk indonesia satu.


Yogyakarta, 25 Juni 2014 | 15.06

Citraan Dalam Puisi Dialog Senja


                Citraan adalah penggambaran mengenai objek berupa kata, frase atau kalimat yang tertuang di dalam sebuah puisi atau prosa. Tujuan penggunaan citraan yaitu agar pembaca dapat mengetahui penggambaran dari pengimajian sang penyair secara kongkrit. Dengan adanya citraan maka kita bisa dengan mudah menafsirkan , memaknai dan juga menghayati keseluruhan dalam puisi.
                Sebagaimana yang kita ketahui citraan dibagi menjadi tujuh bagian yaitu, citraan penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, pengecapan, gerak, dan perasaan. Citraan dalam sebuah karya sastra merupakan pengaambaran kata – kata yang bisa kita fahami dengan menggunakan indera kita.
                Berikut adalah puisi dari Ahmadun Y. Herfanda

Dialog Senja

Tuhan Menegurku
Ketika daun – daun gugur di depan pintu
Bunga pun layu runtuh ditamanmu
Dan kau termangu sambil meremas jemariku yang gemetar
Dalam rasa paling beku
Dapatkah kini kau tertawa seperti biasa
sambil kau kibarkan rambutmu di udara
Bagai lambang kemenagan cinta ?
Syukurilah anugrah dalam setiap helaan nafas kita
Hari – hari yang berlalu penuh makna
Setelah hidup dan menghidupi alam semesta, katamu
Sambil menyibak tirai jendela
Hingga hari makin cepat senja
Tuhanpun menegurku
Ketika lembar – lembar usia berjatuhan di buku harianmu
Tenaglah tanganku yang dingin
Renta akan meraihmu di balik cahaya

                Dalam Puisi di atas hampir setiap kata dalam bait – baitnya menggunakan citraan. Seperti “Tuhan Menegurku” ini merupakan citraan pendengaran karena ada kata “menegurku” dan kita mengetahui teguran itu dengan cara mendengar. “daun – daun gugur” termasuk citraan penglihatan karena cara kita mengetahui daun – daun itu gugur dengan cara melihat. ”Bunga pun layu”juga termasuk citraan penglihatan karena cara kita mengetahui bunga itu layu dengan cara melihat. “Meremas Jemariku”kata ini merupakan citraan Perabaan karena kita mengetahui jemari diremas dengan merasakan rabaannya. “dalam rasa paling beku”meskipun terdapat kata rasa tetapi ini bukanlah citraan perasaan tetapi citraan perabaan , di lihat dari kata “beku” dan kita mengetahui bahwa itu beku dengan menggunakan indera perba kita (kulit). “kau kibarkan rambutmu” masuk kepada citraan penglihatan karena kita mengetahui kibaran rambutmya dengan cara melihat. Kata “menyibak tirai jendela”termasuk citraan gerakkarena menyibakkan tirai jendela itu dengan cara menggerakkannya. Dan terakhir adalah kata “tanganku yang dingin” ini merupakan citraan perbaan karena kita bisa merasakan dingin karena dingin itu menyentuh indra peraba.
                Dalam sebuah citraan puisi masih sering adanya kebingungan – kebingungan dalam memaknai kategori citraan seperti dalam citraan gerak dan citraan penglihatan. Karena gerak bisa kita ketahui dengan melihat, sedangkan menglihat itu menggunakan mata dan mata adalah kategori citraan penglihatan. Contoh dalam sajak puisi diatas terdapat kata “daun – daun gugur”, dalam penjabaran diatas dijelaskan bahwa kata tersebut masuk dalam kategori citraan penglihatan karena cara mengetahui daun itu gugur dengan kita melihat. Tapi jika kata ini di kategorikan dengan citraan gerak, ini bisa ada benarnya dengan alasan terdapatnya kata “gugur”, kata gugur berarti bergeraknya suatu benda dari atas kebawah atau dari tempat tinggi ke tempat rendah. Dan dapat disimpulkan bahwa daun yang gugur ini melakukan pergerakan dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, yang artinya kata ini bisa di kategorikan dengan citraan gerak.
Dari permasalahan diatas maka pengkategorian dalam citraan puisi bisa di rombak lagi dan memilih salah satu antra citraan penglihatan atau gerak.

Yogyakarta, 03 Juni 2014
                

Kepulauan Derawan, Surga Yang Tersembunyi




Kepulauan Derawan merupakan salah satu surga tropis yang berada di bagian paling timur Kalimantan. Kepulauan ini berada di Kabupaten Berau, di selat Sulawesi dan tak jauh dari perbatasan Malaysia. Ada sebanyak 31 pulau di sana, Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban merupakan pulau-pulau yang paling populer disana. Dan pantai derawan dengan hamparan pasir putihnya, serta danau yang menjadi rumah bagi ubur-ubur dan dunia bawah laut merupakan tempat paling populer dan sempurna.
Tak hanya Raja Ampat, Togean, dan Bunaken saja yang memiliki keindahan bawah laut, Kepulauan Derawan pun tidak boleh Anda lewatkan. Saking indahnya, destinasi ini pun menjadi tujuan wisata terbaik di dunia. Wajar saja jika para wisatawan pun berbondong - bondonguntuk mengunjungi pulau cantik ini.
Di Pulau Derawan, para pengunjung dapat melakukan kegiatan menyelam untuk berjumpa dengan penyu hijau. Sedangkan jika di Pulau Maratua, para wisatawan bisa bertemu ratusan ikan baraccuda serta terumbu karang yang sangat indah.
Berbeda dengan Pulau Derawan dan Pulau Maratua, di Pulau Kakaban banyak terdapat danau yang menjadi rumah bagi ubur-ubur yang tidak bersengat. Berenang bersama ubur-ubur di danau Pulau Kakaban akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Sedangkan di Pulau Sangalaki, pengunjung dapat bertemu ikan manta yang menjadi penghuni bawah lautnya. Ada dua spesies penyu yang biasanya bertelur di Pulau Sangalaki, yaitu penyu hijau dan penyu sisik.
Pulau Derawan adalah pulau utama di kepulauan Derawan. Ada banyak tersedia penginapan, rumah makan, kios penyewaan soat, alat snorkeling, dan alat selam di sana.
Pulau Derawan memiliki hamparan pasir putih yang mampu memikat para pengunjung. Selain itu air yang jernih menjadi daya tarik tersendiri bagi para penyelamBagi yang memiliki hobi diving atau dive di sinilah tempatnya. Kita juga bisa berenang bebas bersama penyu-penyu. Bahkan kita dapat menyaksikan penyu-penyu hijau itu berenang, hanya dengan duduk di ujung jembatan kayu yang mengarah ke laut. Sesekali waktu penyu-penyu itu nampak berkeliaran di sekitar cottage di sekitar pesisir pulau. Dan ketika malam menyapa, beberapa penyu naik ke darat untuk bertelur.
Keindahan biota bawah laut Pulau Derawan bisa dilihat hanya dalam jarak 50 meter dari garis pantai. Di sana pengunjung sudah dapat menyaksikan terumbu karang yang indah. Ikan-ikan beraneka warna hilir mudik menghiasi taman bawah laut. Agar lebih nyaman menyelam, di sana tersedia penyewaan peralatan menyelam. Diantaranya pengunjung bisa menyewa snorkel. Sehingga pengunjung bisa menyelam lebih dalam, untuk menemukan biota laut yang lebih “eksotis”; seperti kerapu, ikan merah, ikan kurisi, ikan barracuda, teripang, dan kerang.
Kepulauan derawan memang belum begitu dikenal khususnya didalam negri akan tetapi lebih dikenal oleh wisatawan dari negara lain. Karena kebanyakan dari pengunjung adalah touris – touris dari negara lain seperti Jepang. Di negara sendiri akses untuk menuju kepulauan ini masih dirasa sangat sulit walaupun kenyataannya tidak. Perjalanan dari luar negeri membutuhkan 2 kali penerbangan yakni tujuan balikpapan dan dilanjutkan ke Tanjung Redeb ( Ibu Kota Berau ) kemudian baru melakukan perjalanan darat ke dermaga tanjung Batu kemudian menyebrang ke pulau derawan menggunakan kapal atau Motor Boat.
Segala keindahan pulau tropis terdapat di pulau ini. Tak dapat disangkal lagi bahwa pulau Derawan adalah surga serta harta tersembunyi yang ada di Indonesia. Hamparan Pasir Putih serta laut biru siap menunggu dan memanjakan mata kita.

Yogyakarta, 03 Juni 2014