Analisis Kamus The Concise Arabic-English Lexicon of Verbs in Context


  I. PENDAHULUAN

Dalam pembelajaran bahasa arab tradisional : kata yang berasal dari kata tunggal biasanya terdiri dari tiga huruf dan menjadi kata dasar dari sebuah kata kerja yang biasa disebut bentuk 1. Tiga huruf yang biasa tertulis kita kenal dengan kata lampau atau past tense. Dimana kata kerja tersebut bisa berubah bentuk apabila terjadi modifikasi atau penambahan penambahan huruf yang kita kenal dengan bentuk 2. Dalam sebuah kasus hal ini tidak bermasalah karena perubahan yang terjadi berasal dari akar kata yang sama.
Pertama kali di bentuk, kamus the concise Arabic-english lexicon of verbs in context digunakan sebagai media bantuan untuk para mahasiwa Universitas Amerika di Kairo yang memiliki masalah dengan cara mengunakan kamus arab tradisional. Seperti pada beberapa kamus yang sering menampilkan bentuk kata kerja yang sembarangan. Pengalaman yang sering kita temui ketika belajar bahasa arab sebagai bahasa kedua terasa sangat sulit untuk di fahami mahasiswa secara umum.
Tingkat kesulitan mempelajari bahasa arab menjadi dasar terbentuknya kamus ini. Pada kesempatan ini penulis ingin menjabarkan tentang kamus yang cukup menarik ini yang berjudul The Concise Arabic-English Lexicon of Verbs in Context. Kamus ini merupakan kamus bilingual yakni dari bahasa arab ke bahasa inggris.

II. SEKILAS TENTANG KAMUS

Kamus yang  berjudul the Concise Arabic-English Lexicon of Verb in Context  ditulis oleh Ahmed Taher Hassanein, Kamar Abdou, dan Dalal Abo El Seoud. Mereka adalah professor studi arab di universitas sains dan teknologi di mesir. kamus yang ditulis, di tujukan untuk menolong mahasiswa memepelajari bahasa arab di Universitas Amerika di Kairo dengan mudah.
Permasalahan yang timbul ketika mereka menggunakan kamus arab tradisional. dimana ketika mereka menggunakan kamus arab tradisional dalam menerjemahkannya ke bahasa luar atau bahasa selain bahasa arab ditemukan  arti yang lebih dari satu kata.  Kita harus menganalisis terlebih dahulu mana kata yang tepat sesuai dengan kebutuhan penerjemahan. Dalam kamus ini mengatur bentuk – bentuk kata kerja yang paling umum digunakan yang telah di sesuaikan oleh lembaga atau instansi yang mengajarkan bahasa arab sebagai bahasa asing
Definisi inggris yang di masukkan dalam kamus ini, dipilih untuk memberikan penerjemahan yang lebih singkat dan penuh makna. Dalam beberapa kasus hanya satu bentuk kata dalam bahasa inggris yang memiliki kemungkinan untuk diterjemahkan. Seperti kata “رد  “ di dalam kamus Arabic-english ditemukan definisi yakni “reply”, “answer”, “send back”, “return”, “give back”, and “repel”. Dari makna yang lebih dari satu, mengindikasikan banyaknya sinonim dalam bahasa inggris.  Dan kita harus menemukan terlebih dahulu mana makna yang cocok. Penentuan definisi yang di gunakan dalam kamus ini langsung memilih satu kata yang dianggap paling cocok dari setiap kemungkinan yang ada.
Penerjemahan kata bahasa inggris yang digunakan pada kamus ini, menggunakan bahasa kolokial atau bahasa yang biasa digunakan oleh penutur bahasa inggris dalam kehidupan sehari-hari serta pemilihan kata Bahasa Inggris diambil dari Bahasa Inggris Modern atau Kontemporer.

III. ANALISIS KAMUS

Kamus The Concise Arabic-English Lexicon of Verb in Context, tergolong kamus yang cukup ringkas karena sedikitnya komponen-komponen yang ada. Komponen yang ada pada kamus ini lebih mementingkan pada bagian utama kamus. Sedangkan bagian awal kamus, hanya berupa pengenalan saja atau introduction dan pada bagan akhir kamus, hanya terdapat index saja.
Keringkasan pada kamus ini karena pengarang ingin mempermudah mahasiswa dalam mencari makna dari kosa-kata yang ada secara cepat dan tepat. Karena pada bagian utama kamus arti kata yang ada hanya satu kata. Dan kata ini adalah kata yang di rasa paling tepat dari setiap kemungkinan penerjemahan. Seperti gambar dibawah ini.



Kata yang terdapat pada gambar di atas hanya terdapat satu penerjemahan arti kata dalam bahasa inggris, tanpa menyebutkan sinonim – sinonim dari arti kata itu. Pada beberapa kamus, banyak di temukan arti kata yang memiliki sinonim. Seperti yang di jelaskan sebelumnya arti kata yang banyak tersebut harus di cari lagi mana kata yang tepat sebelum digunakan untuk menerjemah. Itu berarti satu kata yang kita cari arti katanya bisa memberikan banyak kemungkinan untuk penerjemahan. Berbeda dengan kamus “The Concise” yang hanya memberikan satu arti ata yang merupakan kemungkinan paling besar untuk diterjemahkan.
Sebuah kamus bisa dikatakan lengkap apabila memenuhi komponen-komponen berikut :
Bagian awal, yang terdiri dari : tujuan penyusunan, sumber yang digunakan, latar belakang penyusunan, pedoman tata bahasa, jumlah materi, ketergan singkat dan makna symbol atau gambar.
Bagian utama, yang terdiri dari : informasi fonetik, morfemik, dan sintaksis, pemaaian kata, dalil atau bukti pemaknaan, gambar-gambar, dan informasi derifasi kata.
Bagian akhir, yang terdiri dari : lampiran, tabel, peta, kronologi sejarah, rumus-rumus, index, dan tentang penyusun.
Pada sebagian besar kamus yang ada, hampir seluruhnya memiliki komponen – komponen di atas. Tetapi berbeda dengan kamus The Concise Arabic-English Lexicon of Verb in Context yang dimana bertujuan untuk mempermudah mahasiswa untuk memahami bahasa arab terutama bahasa percakapan sehari-hari secara ringkas.
Index merupakan daftar kata atau istilah peting yang memberikan informasi mengenai halaman dimana kata itu ditemukan. Index yang di sajikan pengarang mempermudah dalam pencarian kata asal dari kosa kata bahasa inggris. Index yang tertera di susun secara alfabetis atau urut sesuai dengan abjad dan terletak pada bagian akhir kamus.
Metode penulisan kamus yang di pakai pengarang dalam menyusun kamus ini adalah dengan menggunakan metode peyusunan kamus secara alfabetis berdasarkan huruf awal kata dasar. Penyusunan dengan cara ini kemudian dipakai sampai sekarang. Hal ini dapat dilihat pada penyusunan kamus umum seperti Al-Munjid, kamus ensiklopedia seperti Al-Maushu’ah Al-’Arabiyyah Al-Muyassarah, Al-Mawrid, maupun Mu’jamul-Mufahras dan Lialfazhil-Qur’anil-Karim. Selain itu, penyusunan entri dilakukan juga berdasarkan huruf asal akar katanya. Kata qala yang terdiri dan huruf qaf-aif-lam terletak pada urutan qaf-waw lam karena huruf alif-nya berasal dari huruf waw. Urutan alfabet secara keseluruhan dimulai dengan hamzah bukan alif dan huruf terakhirnya adalah ya’, tidak seperti urutan alfabetis Lisanul-Arab. Penyusunan dengan cara ini berlangsung sampai sekarang. Jadi sudah kira-kira 7 abad penulisan kamus dilakukan dengan cara ini. Wajarlah apabila semua orang beranggapan bahwa inilah cara penulisan kamus Arab.
Kamus The Concise Arabic Lexicon of Verbs in Context sangat konsinten dengan judulnya, dimana kamus ini benar – benar menyajikan isinya secara ringkas. Seperti yang kita ketahui makna dari kata “The Concise” itu sendiri adalah ringkas. Dan keringkasan itulah yang memudahkan kita dalam mencari arti kata. Selain ringkas kamus ini juga memiliki 3.500 kata kerja yang berasal dari 1450 akar kata yang biasa digunakan dalam keseharian. 
IV. PENUTUP

Kamus The Concise Arabic-English Lexicon of Verbs in Context merupakan kamus yang sangat cocok untuk mahasiswa yang kesulitan untuk memahami penggunaan kamus – kamus tradisional, terutama kamus arab tradisional. Kata – kata yang ada dalam kamus ini di ambil dari bahasa – bahasa kolokial atau bahasa yang digunakan dan diucapkan dalam komunikasi sehari – hari. Dan bahasa yang benar – benar di gunakan pada era ini. Bisa dikatakan bahwa ini merupakan kamus modern atau kontemprer.
 Tujuan dari pengarang dalam menyusun kamus ini adalah untuk memudahkan mahasiswa dalam pembacaan, pencarian serta pemahaman menggunakan kamus. Banyaknya kata kerja yang terbentuk dari beberapa akar kata mengindikasikan kecermatan pengarang dalam menyusun kamus ini. Pemilihan katapun sesuai dan relevan. Kamus ini merupakan kamus yang sesuai atau cocok digunakan untuk mempelajari bahasa terutama bahasa secara lisan.

Sinopsis "Keledai Yang Bijak"

Karya : Taufiq El Hakim

Namanya Beik, Dia adalah seorang penulis yang suka berpindah – pindah tempat tinggal. Pindah dari satu hotel ke hotel lain di kairo. Dia adalah tipe orang yang tidak suka dengan keramaian. Suatu hari ketika ia sedang berjalan menuju ke salon cukur. Dia menemukan kerumunan orang yang berkumpul di tengah jalan yang sedang melihat petani menjual keledai kecil miliknya. Dalam kerumunan Beik pun tidak sengaja berucap “ 30 piester “. Yang akhirnya petani itu menjual keledainya kepadanya karena bujukan dari seorang tukang koran dan juga karena tak ada lagi dari kerumunan itu yang mau menawarnya.
secara diam – diam Keledai itupun dibawanya ke hotel dimana tempat Beik menginap. Karena kebijakan hotel yang tidak mengijinkan hewan masuk kedalam hotel.Lalu Beik menaruh keledai itu di kamar mandi serta memesankan untuknya secangkir susu. Yang ternyata hanya dilihat saja dan tak mau meminumnya.Beik keluar hotel untuk bertemu dengan tukang koran dan menanyakan mengapa anak keledai itu tak mau minum segelas susu yang di berinya. Tukang koran hanya tertawa dan berkata pada Beik “ apakah keledai itu seorang turis ya tuanku ? dia hanyalah anak keledai yang baru lahir dua hari yang lalu.“
Kembalinya Beik ke hotel Ia dipusingkan lagi karena keledai itu hilang dan tak lagi berada di dalam kamar mandi. Iapun berkeliling untuk mencarinya dan menemukan keledai tersebut didalam kamar seorang wanita seraya berkaca di depan cermin dalam waktu yang lama.
Sore itu Beik mempunyai janji untuk bertemu dengan sutradara yang sudah mengincarnya selama satu minggu untuk dijadikan penulis dialog filmnya. Dan juga mengajaknya untuk tinggal bersama dengan seorang kamerawan beserta istrinya di Desa yang akan di jadikan lokasi film. Beik agak sedikit keberatan untuk tinggal di lokasi karena beberapa minggu ini dia telah pusing dengan berbagai masalah, mulai dari wakil dari dari perusahan film yang mengejar – ngejarnya setiap hari hinga ia harus menerima tawaran tersebut  karena iming – iming kontrak yang besar serta tertipu oleh pedagang buku dan sekarang bertambah lagi dengan hadirnya anak keledai yang barusan dibelinya .
Sore itu sang sutradara sudah siap di depan hotel untuk menjemput sang penulis dialognya, Beik. Ketika akan berangkat Beik meminta ijin kepada sutradara untuk membawa temen dekatnya dan Sutradarapun setuju. Yang kemudian terkejut sembari tertawa karena yang di bawa oleh Beik adalah seekor keledai dan bukanlah seorang teman dekat seperti yang dibayangkan oleh Sutradara.
Setibanya di desa yang akan di jadikan lokasi film, Beik mencari kepala desa untuk menitipkan keladainya agar di carikan induk keledai yang mau menyusuinya. Ketika sedang berkumpul diloteng tengah untuk makan malam. Istri dari kamerawan bertanya seputar nama keladai itu kepada Beik. Dan iapun hanya menjawab namanya filsuf, karena tingkah lakunya yang bagaikan filsuf, Puasa minum susu dan bercermin dengan waktu yang lama.
Hari – hari berlalu dengan kesibukan penggarapan skenario film.  Disela – sela itu, Beik teringat dengan filsuf dan kemudian meminta kepada salah seoarang petani untuk membawakan kepadanya. Datanglah seorang petani dan berkata “ berhari – hari mereka mencari induk keledai yang baru melahirkan atau baru mengandung tapi tetap saja tidak mau minum, mungkin dia sebentar lagi akan mati “. Beik mendengaritu dan hanya terdiam seperti tidak peduli karena dari awal berfikir bahwa keledai ini adalah masalah.
Sekembalinya Beik ke kairo, dia mendapatkan undangan dari Sutradara untuk makan malam di Pinggiran Piramida serta pesta untuk merayakan awal pembuatan film. Beik hanya terdiam dan kurang bersosialisai dengan tamu – tamu dan akhirnya memisahkan diri ke luar dan duduk di bangku oanjang menyendiri. Dan kemudiandisana Beik di datangi oleh wanita  yang menyadarkannya akan hidup dan pula mengingatkannya dengan Filsuf.

Beberapa hari setelah acara itu, sutradara mendatangi Beik mengabarkan berita buruk. Bahwa Filsuf telah mati. Seketika itu Beik sadar dengan keadaannya yang selalu saja seperti anak keledai yang bernama Filsuf. Ia terlahir sejak dua hari, dan pergi dari cangkir susu menuju cermin lemari untuk memerhatikan dirinya. Begitu pula beik sejak kecil lari dari kemegahan kehidupan yang menghanyutkan para pemuda – pemudi, menuju sebuah cermin agara dapat memperhatikan diri didalamnya. Perhatian orang yang sedang bingung akan diri.

Citraan Dalam Puisi Dialog Senja


                Citraan adalah penggambaran mengenai objek berupa kata, frase atau kalimat yang tertuang di dalam sebuah puisi atau prosa. Tujuan penggunaan citraan yaitu agar pembaca dapat mengetahui penggambaran dari pengimajian sang penyair secara kongkrit. Dengan adanya citraan maka kita bisa dengan mudah menafsirkan , memaknai dan juga menghayati keseluruhan dalam puisi.
                Sebagaimana yang kita ketahui citraan dibagi menjadi tujuh bagian yaitu, citraan penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, pengecapan, gerak, dan perasaan. Citraan dalam sebuah karya sastra merupakan pengaambaran kata – kata yang bisa kita fahami dengan menggunakan indera kita.
                Berikut adalah puisi dari Ahmadun Y. Herfanda

Dialog Senja

Tuhan Menegurku
Ketika daun – daun gugur di depan pintu
Bunga pun layu runtuh ditamanmu
Dan kau termangu sambil meremas jemariku yang gemetar
Dalam rasa paling beku
Dapatkah kini kau tertawa seperti biasa
sambil kau kibarkan rambutmu di udara
Bagai lambang kemenagan cinta ?
Syukurilah anugrah dalam setiap helaan nafas kita
Hari – hari yang berlalu penuh makna
Setelah hidup dan menghidupi alam semesta, katamu
Sambil menyibak tirai jendela
Hingga hari makin cepat senja
Tuhanpun menegurku
Ketika lembar – lembar usia berjatuhan di buku harianmu
Tenaglah tanganku yang dingin
Renta akan meraihmu di balik cahaya

                Dalam Puisi di atas hampir setiap kata dalam bait – baitnya menggunakan citraan. Seperti “Tuhan Menegurku” ini merupakan citraan pendengaran karena ada kata “menegurku” dan kita mengetahui teguran itu dengan cara mendengar. “daun – daun gugur” termasuk citraan penglihatan karena cara kita mengetahui daun – daun itu gugur dengan cara melihat. ”Bunga pun layu”juga termasuk citraan penglihatan karena cara kita mengetahui bunga itu layu dengan cara melihat. “Meremas Jemariku”kata ini merupakan citraan Perabaan karena kita mengetahui jemari diremas dengan merasakan rabaannya. “dalam rasa paling beku”meskipun terdapat kata rasa tetapi ini bukanlah citraan perasaan tetapi citraan perabaan , di lihat dari kata “beku” dan kita mengetahui bahwa itu beku dengan menggunakan indera perba kita (kulit). “kau kibarkan rambutmu” masuk kepada citraan penglihatan karena kita mengetahui kibaran rambutmya dengan cara melihat. Kata “menyibak tirai jendela”termasuk citraan gerakkarena menyibakkan tirai jendela itu dengan cara menggerakkannya. Dan terakhir adalah kata “tanganku yang dingin” ini merupakan citraan perbaan karena kita bisa merasakan dingin karena dingin itu menyentuh indra peraba.
                Dalam sebuah citraan puisi masih sering adanya kebingungan – kebingungan dalam memaknai kategori citraan seperti dalam citraan gerak dan citraan penglihatan. Karena gerak bisa kita ketahui dengan melihat, sedangkan menglihat itu menggunakan mata dan mata adalah kategori citraan penglihatan. Contoh dalam sajak puisi diatas terdapat kata “daun – daun gugur”, dalam penjabaran diatas dijelaskan bahwa kata tersebut masuk dalam kategori citraan penglihatan karena cara mengetahui daun itu gugur dengan kita melihat. Tapi jika kata ini di kategorikan dengan citraan gerak, ini bisa ada benarnya dengan alasan terdapatnya kata “gugur”, kata gugur berarti bergeraknya suatu benda dari atas kebawah atau dari tempat tinggi ke tempat rendah. Dan dapat disimpulkan bahwa daun yang gugur ini melakukan pergerakan dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, yang artinya kata ini bisa di kategorikan dengan citraan gerak.
Dari permasalahan diatas maka pengkategorian dalam citraan puisi bisa di rombak lagi dan memilih salah satu antra citraan penglihatan atau gerak.

Yogyakarta, 03 Juni 2014
                

Bahagia Itu Kapan Saja

Bahagia itu tidak usah menunggu mati atau 
menunggu berada di Surga , kebahagiaan disana itu sudah pasti, 
carilah kebahagiaan itu didunia,
hidup sehari hari itu harus bisa bahagia “ 
– Mas Tri

                Begitulah ucap mas Tri Widiyanto kepada kami. yang sedikit membuka pikiran saya tentang konsep kebahagiaan yang di usung oleh agama lain. kita sekali - sekali memang perlu belajar tentang suatu konsep dengan agama lain terutama budha. pada kesempatan ini saya berterima kasih sekali kepada Bapak Burdah Selaku Dosen pengampu mata kuliah Sejarah Agama - agama, Atas tugas yang sangat bermanfaat ini.
Pada kesempatan ini saya melakukan wawancara tidal hanya sekali bersama kelompok melainkan bersama kelompok lain agar referensi saya menjadi banyak. wawancara pertama saya lakukan bersama kelompok dari kelas yang berbeda. wawancara itu kami lakukan malam hari dengan narasumber kita yakni bikku Agus Suwung Dari Vihara do daerah Katamso, Yogyakarta. dan wawancara kedua saya laksanakan dengan kelompok saya sendiri. wawancara yang cukup lama dengan narasumber mas Tri Widiyanto atau yang lebih akrab kami panggil mas Tri.

Pak , agama budha sendiri itu apa sih menurut pak agus ?

Jika kalian bertanya tentang apa itu Budha, masing - masing dari kami pasti akan mempunyai jawaban yang berbeda beda. sama seperti halnya saya bertanya kepada masing - masing kalian tentang apa itu islam. jadi begini budha itu inti ajaranya terbagi menjadi tiga. 1) Psikologis atau pemikiran kita dalam memikirkan alam dan diri kita 2) psikoterapi atau penerapan dari hasil berfikir kita tadi. dan dimana 2 aspek ini ( Psikokigis dan psikoterapi ) kita sering sebut Meditasi. 3) agama atau aktivitas publik seperti Ritual sembahyang dan lain sebagainya.
Dalam konsep ini kita bisa mengetahui bahwa budha bukan hanya sekedar agama , melainkan ajaran yang di bawa oleh Sidharta Gautama ketika menjadi Budha. dalam ajaranya kita di ajatkan untuk berusaha bahagia dalam berbagai kondisi. atau bagaimana cara kita melepaskan diri dari penderitaan dan menuju ke kebahagiaan.
Penderitaan yang dimaksud yakni sebuah peekara kecil yang membuat hari hari kita menjadi gelisah. seperti yang mas tri contohkan ketika kamu menginginkan sesuatu dalam fikiranmu dan itu belum terwujud itu adalah penderitaan.dan  bikku agus menjelaskan penderitaan yang sangat lebih sederhana, yaitu ketika kita duduk selama setengah jam dam tidak melakukan apa - apa itu merupakan penderitaan. saat menonton televisi dan melihat channel tidak ada yang bagus kemudian kita mengganti chanel tersebut dengan channel yang lain. atau saat kita sedang makan dan kita ingin minum tetapi letak galon berada di dapur sehingga kita harus berjalan ke dapur dulu untuk mengambilnya. itu semua merupakan penderitaan yang sering kita alami. keadaan dimana kita tidak merasa puas itu adalah penderitaan
Penderitaan itu bukan hanya hal hal yang kasat mata dan besar dampaknya. tetapi suatu hal dalam keseharian yang mengganggu pikiran dan hati kita. dalam budha di ajarkan bagaimana cara kita bisa merasakan kebahagiaan , ketenangan dan kesejukan dalam hati dan fikiran, yakni dengan cara melatih psikologis dan psikoterapi kita atau bahasa sederhananya Meditasi agar lebih peka. adapun tujuan meditasi itu sendiri yaitu untuk media latihan kita dalam meluaskan hati bukan menguatkan.
Meluaskan yang dimaksud adalah membuat hati kita menjadi semakin luas atau memperluas ruang di dalam hati agar kita bisa lebih peka ketika penderitaan itu muncul. jika hati kita luas maka akan lebih membuat kita tenang dalam menghadapi penderitaan yang muncul secara bertubi - tubi.
Meditasi juga merupakan amalan atau terapan dari risalah Shidharta Gautama  ( tripitaka ) yang di tulis oleh murid - muridnya. tripitaka yang berarti 3 keranjang, bagi umat non budha banyak mengtakan bahwa  tripitaka adalah kitab agama budha. sepeti kebnyakan kitab yang dimuliakan oleh agama apapun. tetapi kenyataan itu ternyata dibantah oleh bikku agus dan Mas Tri widiyanto ( Mas Tri ).
Tripitaka merupakan kumpulan risalah risalah yang yang ditulis oleh murid murid ajaran budha   yang kemudian dikumpulkan dan dipilah - pilah hingga menjadi tripitaka.. itulah yang menyebabkan tripitaka menjadi sangat banyak.
dalam wawancara ini saya sangat - sangat merasa gembira . karena mendapatkan ilmu yang sangat berguna.. bukan hanya ilmu tetapi juga resep tentang kebahagiaan. saya rasa diskusi serta wawancara ini sangatlah perlu dilakukan untuk meluruskan kehidupan dalam toleransi beragama . agar umat itu tidak selalu mencari kesalahan dan perbedaan dari agama lain . tapi lebih untuk mencari persamaan agar terjalinnya keamanan dalam toleransi beragama.

Yogyakarta, 02 April 2014

PERAN AL – KHIDMAH KAMPUS DI MASYARAKAT SEKITAR KAMPUS UIN SUNAN KALIJAGA

PERAN AL – KHIDMAH KAMPUS
DI MASYARAKAT SEKITAR KAMPUS
UIN SUNAN KALIJAGA

(Proposal Penelitian, di ajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah “Metode Penelitian”)
Dosen pengampu : Mustari, M. Hum





Di susun Oleh :
Muh Mubayyinus Salam (12110025)


Prodi Bahasa dan Sastra Arab
Fakultas Adab dan Ilmu Budaya
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Yogyakarta 2014



BAB 1
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang Masalah
Al Khidmah atau Jama’ah Al Khidmah sudah tidak asing lagi di telinga Mahasiswa terutama bagi mereka yang berasal dari daerah sekitar Jawa Timur dan pesisir utara Jawa timur, seperti Lamongan, Gresik, Tuban Terutama Surabaya. Karena Surabaya merupakan tempat lahirnya jama’ah al khidmah.
Al Khidmah Kampus Berdiri pada tanggal 29 Oktober 2010 , yang di sahkan oleh ketua pengurus bidang pelajar dan mahasiswa, Dida Nagara anwar Sadat di Semarang. Nama “ Al Khidmah Kampus “ sejatinya diberikan sendiri oleh Hadratusy Syaikh RA ketika Majlis Diesnatalis IAIN Sunan Walisongo.
Dalam perkembangannya Al Khidmah Kampus yang bergerak di bidang keagamaan di kampus masih sedikit sekali dan belum terlalu dikenal di kalangan mahasiswa karena Al khidmah kampus masih berumur muda di Kampus UIN Sunan Kalijaga. Akan tetapi Al – khidmah sudah banyak sekali mengalami kemajuan – kemajuan  terutama dalam bidang pengkaderan anggota. Serta merintis acara – acara keagamaan yang awalnya hanya di hadiri mashasiswa sampai sekarang bisa menghadirkan masyarakat sekitar Kampus UIN Sunan Kalijaga.
Dalam perkembangan kampus di zaman ini, sekarang banyak sekali mahasiswa yang lupa dengan hubungan sosial keagamaan dengan masyarakat sekitar kampus , terutama bagi mereka yang mengikuti organisasi mahasiswa. Mereka memikirkan nasib daerah lain di daerah yang jauh dari kampus tapi lupa akan yang dekat yakni di sekitar kampus. Tetapi tidak semua organisasi mahasiswa yang lupa akan hal ini. masih ada organisasi yang ingat serta peduli.
Latar belakang di adakannya penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar peran Al Khidmah Kampus di Masyarakat sekitar UIN. Dan apa saja kegiatan al khidmah kampus yang berhubungan dengan sosial keagamaan di masyarakat.

2.      Rumusan masalah
2.1  Apa saja Kegiatan – kegiatan al Khidmah Kampus Yang berhubungan dengan masyarakat sekitar wilayah kampus ?
2.2  Apa Saja Peran Al Khidmah Kampus dalam Kegiatan kemasyarakatan di sekitar wilayah kampus UIN Sunan Kalijaga ?
2.3  Bagaimana Cara Al Khidmah Kampus menyatukan masyarakat di sekitar wilayah kampus UIN Sunan Kalijaga ?

3.      Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan :
3.1  Mengetahui apa saja kegiatan Al Khidmah Kampus di masyarakat sekitar kampus.
3.2  Mengetahui cara menyatukan masyarakat di sekitar wilayah kampus.

4.      Manfaat Penelitian
Manfaat Penelitian ini adalah
4.1  Mengingatkan kembali kepada mahasiswa terutama organisasi mahasiswa untuk melakukan kegiatan sosial keagamaan di daerah sekitar wilayah kampus UIN Sunan Kalijaga

BAB 2
KAJIAN PUSTAKA

Sejalan dengan rumusan masalah , Penelitian ini dimaksudkan sebagai mendia pembelajaran serta mampu mengingatkan kepada organisasi mahasiswa selain Al Khidmah Kampus. Sebagai pembanding dalam  rangka mengadakan acara – acara atau kegiatan ke agamaan di sekitar wilayah kampus UIN Sunan Kalijaga.
1.      Sejarah Singkat Al Khidmah Kampus
Al khidmah Di deklarasikan pada tanggal 25 Desember 2005 di Semarang, Jawa Tengah. Pendiri Perkumpulan ini adalah hadratus Syaikh KH. Achmad Asrori Al Ishaqi RA. Beliau adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al Fithrah Kedinding Surabaya sekaligus Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah Al-Ustmaniyyah[1]
Pada tahun 2010 Al Khidmah Mengadakan Musyawarah Nasional ( MUNAS ) II  Jamaah Al Khidmah di Yogyakarta, dan menghasilkan kesepakatan untuk menambahkan Bidang Pelajar dan Mahasiswa dalam struktur kepengurusan Al Khidmah. Maka pada tanggal 29 Oktober 2010 sehari selepas peringatan sumpah pemuda, Ketua Pengurus Pusat Al Khidmah Bidang Pelajar dan Mahasiswa. Menginisiasi berdirinya Al Khidmah Kampus.
Selepas deklarasi Semarang 2010, segera bermunculanlah Al Khidmah Kampus di berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan Luar Negeri. Termasuk Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

2.      Kegiatan Al Khidmah Kampus
Kehadiran Al-Khidmah kampus adalah harapan Baru bagi pengembangan Al Khidmah ke Depan. Terutama untuk meneruskan cita – cita pendiri Al Khidmah sebagai Oase dunia, Baik Secara Amaliyah maupun Ilmiah.
Nilai Pokok ajaran Al Khidmah adalah terwujudnya para akademisi dan Mahasiswa yang mau bersama – sama berdzikir kepada Allah, duduk bersama-sama bersholawat kepada Rasulullah SAW, Berkumpul untuk mendoakan kedua orang tua, para pemimpin, para dosen pendidik, para pahlawan, para guru hingga Rasulullah SAW; saling mendoakan agar terwujudnya kesejahteraan lahir dan batin, di beri keselamatan baik dunia maupun akhirat, serta mau berjuang meneruskan cita-cita para salafuna as-sholeh[2]
Aktivitas Al Khidmah Kampus, Sesungguhnya dapat di Urai dalam 3 elemen utama:
1.      Kemampuan Menyelenggarakan Majlis.
2.      Kemampuan Mengisi majlis.
3.      Kemampuan Menggerakkan Organisasi.
Kegiatan Al Khidmah Kampus di UIN Sunan Kalijaga Meliputi, Majlis Rutin Kampus , majlis Safari Iklil, Majlis menjelang Ujian, Majlis dies Natalis.

3.      Peran Al Khidmah Kampus di Masyarakat Sekitar UIN Sunan Kalijaga
Dari berbagai macam kegiatan Al Khidmah Kampus yang di adakan di kampus UIN Sunan Kalijaga masih dirasa kurang oleh segenap anggota. Karena kegiatan yang sering mereka lakukan di kampus di rasa akan sia – sia jika hanya di terapkan di ranah kampus. Oleh sebab itu Al Khidmah Kampus Berinisiatif mengadakan kegiatan kampus yang di Mana Masyarakat sekitar wilayah Kampus Bisa juga merasakan dari kegiatan tersebut.
Masyarakat sekitar kampus UIN Sunan Kalijaga ini terbagi menjadi 3 bagian. Yakni :
1.      Warga yang berdomisili di daerah Dusun Sapen ( Selatan & Barat Kampus UIN Sunan Kalijaga )
2.      Warga yang berdomisili di daerah Dusun Papringan ( Utara Kampus UIN Sunan Kalijaga )
3.      Warga yang berdomisili di daerah Dusun Gowok ( Timur Kampus UIN Sunan Kalijaga )

Dari tiga dusun yang berada di sekitaran UIN Ini memiliki basic atau dasar pemahaman keagamaan yang berbeda. Seperti di Dusun Sapen Yang mayoritas agak asing dengan Sholawatan Serta Agenda Majlis Dzikir. Di Dusun Papringan tidak ada yang mayoritas dan minoritas di dusun papringan kerukunan terjalin. Sholawat sering terdengar di masjid. Dan di dusun Gowok yang hampir sama dengan Papringan. Tetapi jika di papringan kegiatan majlis dzikir dan sholawat di adakan di Masjid. Di Gowok melakukannya di rumah – rumah
Al Khidmah Kampus datang dengan suara pembaharuan. Ia hadir dengan gaya yang sedikit berbeda dan lumrah. Bagi al khidmah kampus, regenerasi adalah sebuah harga mati.[3]

4.      Cara Al Khidmah Kampus Menyatukan Kampus dan Masyarakat
Kehadiran Al Khidmah kampus yakni mencoba untuk menyatukan perbedaan kebiasaan beragama antar Dusun sekitar wilayah kampus. Dengan mengadakan kegiatan – kegiatan agama di kampus dengan  melibatkan langsung masyrakat.
Contoh acara yang pernah dilaksanakan oleh Al Khidmah Kampus Yaitu Ketika Acara Dies Natalies UIN Sunan Kalijaga. Acara Dies Natalis merupakan acara kampus untuk memperingati hari lahir berdirinya UIN Sunan Kalijaga. Di mana dalam serangkaian rentetetan acara Dies Natalis kebanyakan yang di libatkan hanya Civitas Akademika Kampus dan melupakan Masyarakat. Dengan Tujuan menyatukan Kampus dan Masyarakat. Seluruh Pengurus Cabang Al Khidmah Kampus UIN Sunan Kalijaga Mengadakan Acara Majlis Dies Natalis yakni Sebuah acara keagamaan, majlis dzikir, sholawat serta doa bersama dan di tutup dengan siraman rohani atau tausyiah. Dimana dalam acara ini Seluruh PC Al Khidmah Kampus Mengundang Seluruh Civitas Akademika Kampus dan tidak Lupa Juga Mengundang Seluruh Masyarakat Sekitar wilayah Kampus UIN Sunan Kalijaga.
Kesan Masyarakat sekitar kampus sangat senang dengan acara yang diadakan Oleh Al Khidmah Kampus. “ Majlis Dzikir tadi sangat mebawa ketenangan “ ucap salah satu jamaah. Mereka sangat senang karena kampus ternyata masih mempunyai acara yang seperti itu. Sudah jarang sekali Masyrakat Sekitar Kampus menghadiri acara – acara yang ada dikampus.
Cara yang tepat dilakukan oleh Al Khidmah Kampus untuk menyatukan Masyrakat yakni dengan mengadakan acara – acara sosial keagamaan yang bisa di hadiri langsung oleh masyarakat sekitar wilayah kampus. Dan tidak hanya terbatas di kegiatan mahasiswa saja.

BAB 3
METODE PENELITIAN

1.      Jenis penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analitik.  Bogdan dan Taylor (1992: 21-22) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. Pendekatan kualitatif diharapkan mampu menghasilkan uraian yang mendalam tentang ucapan, tulisan, dan atau perilaku yang dapat diamati dari suatu individu, kelompok, masyarakat, dan atau organisasi tertentu dalam suatu setting konteks tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif, dan holistik.[4]

2.      Populasi dan Sampel
Populasi yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah mahasiswa UIN Sunan Kalijaga dan Masyarakat Sekitar wilayah Kampus. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan peneliti mencari informasi dari pihak lain hanya sebatas pebanding semata.
Dalam penelitian ini, sample yang digunakan oleh peneliti adalah teknik sampling cluster/teknik sampling kelompok yang termasuk dalam kategori sampling probabilitas. Karena peneliti memberikan peluang yang sama bagi anggota populasi untuk di pilih menjadi sampel.

3.      Lokasi dan Waktu Penelitian
a.       Lokasi penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Dusun Sapen, Dusun Gowok dan Dusun Papringan
b.      Waktu penelitian
Proses perealisasian penelitian ini yaitu dimlai dari tanggal 07 Januari 2014 sampai 09 Januari 2014 . tetapi peneliti sudah melakukan pengamatan serta observasi 3 Hari Sebelumnya.

4.      Definisi Operasional
           Al Khidmah secara bahasa melayani , Melayani disini bukan melayani seperti pelayan, tetapi lebih ke Ngemong (jawa.red), yang disertai dengan rasa andhap ashor (jawa.red), Tawadhu’ sopan dan ikhlas. Khidmah, menurut Pak Hasanuddin – ketua Al Khidmah Kampus Indonesia, is berarti tidak cuman ikhlas, tapi juga professional[5].
           Al Khidmah Kampus adalah Organisasi majlis (perkumpulan) kebersamaan dalam berdzikir kepada Allah SWT, membaca Al Quran bersama, bersholawat bersama kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, membaca manaqib bersama lisultonil auliya’ Syeikh Abdil Qodir Al Jailani RA, dan berdo’a bersama – mendo’akan kedua orang tua kita, para leluhur kita, guru-guru kita, sampai arwahul muslimin wal muslimat al akhya’i minhum wal amwat, fi jami’ il jihad[6].
              Masyarakat atau  sering dikenal dengan society yang berarti sekumpulan orang yang membentuk sistem, yang terjadi komunikasi didalam kelompok tersebut. Menurut Wikipedia, kata masyarakat juga bisa diartikan sekelompok orang yang saling berhubungan dan kemudian membentuk kelompok yang lebih besar. Biasanya masyarakat sering diartikan sekelompok orang yang hidup dalam satu wilayah dan hidup teratur oleh adat didalamnya[7].

5.      Teknik pengumpulan data
a.       Interview
Wawancara (interview) merupakan salah satu metode pengumpulan data dengan jalan bertanya kepada koresponden. Wawancara merupakan bagian yang penting dari sebuah penelitian terutama penelitian kualitatif karena dalam penelitian kualitatif bersifat deskriptif.
Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian (Lerbin,1992 dalam Hadi, 2007). Tanya jawab ‘sepihak’ berarti bahwa pengumpul data yang aktif bertanya, sermentara pihak yang ditanya aktif memberikan jawaban atau tanggapan. Dari definisi itu, kita juga dapat mengetahui bahwa Tanya jawab dilakukan secara sistematis, telah terencana, dan mengacu pada tujuan penelitian yang dilakukan.[8] Dalam interview ini peneliti memakai beberapa cara, diantaranya face to face, baik bertemu secara langsung ataupun menggunakan media sosial.

b.      Observasi (pengamatan)
Selain wawancara peneliti juga menggunakan teknik observasi guna melihat realiatas sebenarnya. Menurut  Anas Sugiono (1998:76) menyatakan secara umum pengartian observasi adalah cara menghimpung bahan-bahan keterangan ( data ) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan.[9]
Dalam teknik observasi peneliti menggunakan observasi pastisipatif yakni suatu bentuk observasi dimana pengamat secara teratur terlibat langsung dalam program atau kegiatan yang diamati. Mahsiswa atau individu yang diamati tidak mengetahui bahwa pengamat sedang melakukan evaluasi.

6.      Sumber Data
Sumber data penelitian ini adalah data yang didapat dari hasil wawancara dan data – data kepustakaan, dari kedua jenis data ini penulis kelompokkan menjadi dua, yaitu:
a.       Data Primer
Yang menjadi sumber primer dalam penelitian ini adalah sumber yang berasal dari hasil wawancara dengan ketua Al Khidmah Kampus UIN Sunan Kalijaga, dan warga sekitar wilayah Kampus UIN Sunan Kalijaga, terdiri dari warga dusun Gowok, Dusun Papringan serta Dusun Sapen.
b.      Data Sekunder
Sumber Data sekunder dari Penelitian ini adalah data-data yang didapat dari Buku dan Internet. Buku yang digunakan disini adalah Buku “ Pedoman Dasar Organisasi (PDO) Al Khidmah Kampus “ yang di terbitkan Oleh Pengurus Pusat Al Khidmah Indonesia. Serta Buku Modul “ Materi – Materi Pendidikan Anggota Dasar (PAD) Al Khidmah Kampus UIN Sunan Kalijaga “. Yang di terbitkan Oleh Pengurus Cabang Al Khidmah Kampus UIN Sunan Kalijaga.



7.      Teknik Analisis Data
Saat pengumpulan data dari Hasil wawancara penulis mengambil 1 dari Pengurus Al Khidmah Kampus UIN Sunan Kalijaga dan 6 dari Masyarakat sekitar wilayah kampus yang per dusunnya diambil hanya 2 orang. Wawancara di lakukan secara face to face, sehingga penulis bisa mendapatkan jawaban dan argumentasi yang langsung keluar dari mulut narasumber yang direkam langsung dengan menggunakan alat perekam.
Pertanyaan di Lakukan secara mendalam hingga terperolehnya data yang dirasa cukup untuk penulis.

8.      Sistematika Pelaporan
Pada BAB 1 PENDAHULUAN, penelitian ini terdiri dari Latar belakang masalah, Rumusan masalah, Tujuan penelitian Serta Manfaat penelitian.
Pada BAB 2 KAJIAN PUSTAKA, Terdiri dari Sejarah Singkat Al Khidmah Kampus, Kegiatan Al Khidmah Kampus, Peran Al Khidmah Kampus di Masyarakat Sekitar wilayah Kampus, Cara Al Khidmah Kampus Menyatukan Kampus dengan Masyarakat.
Pada BAB 3 METODE PENELITIAN, Terdiri dari jenis penelitian, popuasi dan sampel, lokasi dan waktu penelitian, definisi operasional,  tehnik pengumpulan data ( Interview dan Observasi ), Sumber data , Teknik Analisis data, Sistematika Pelaporan, dan Jadwal Kegiatan Penelitian.
Pada DAFTAR PUSTAKA, Terdiri dari sumber – sumber referensi yang diambil melalui buku dan jaringan internet atau web.

9.      Jadwal Kegiatan Penelitian

NO
Tanggal Peneitian
Jam
Keterangan
1
4 Januari 2014
-
-          Mencari Judul Proposal Penelitian
2
5 Januari 2014
Full Time
-          Wawancara dan Observasi di Dusun Sapen dan Gowok
3
6 Januari 2014
16.00 – 17.30
-          Wawancara Dan Observasi di dusun Papringan
4
7 Januari 2014
19.00 – 20.30
-          Proses Pengetikan Latar Belakang
5
8 Januari 2014
12.00 – 14.30
-          Mencari Sumber Kajian Pustaka di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga.
-          Wawancara dengan ketua Al Khidmah Kampus UIN Sunan Kalijaga
6
9 Januari 2014
12.00 – 20.00
-          Mencari Referensi tambahan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga
-          Finishing Proses Perealisasiaan Proposal Penelitian


DAFTAR PUSTAKA

PC Al Khidmah Kampus. 2013. Materi – Materi Pendidikan anggota Dasar ( PAD ) Al Khidmah Kampus UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta. hal 1
PP Al Khidmah. 2013. PEDOMAN DASAR ORGANISASI (PDO) AL KHIDMAH KAMPUS. Yogyakarta. Hal vii
PP Al Khidmah. 2013. PEDOMAN DASAR ORGANISASI (PDO) AL KHIDMAH KAMPUS. Yogyakarta. Hal XI
http://andy-pio.blogspot.com/2013/10/pengertian-jenis-dan-langkah-langkah.html
Haris-berbagi.blogspot.com/2011/09/al-khidmah-itu-apa.html?m=1
 Alkhidmahkampusjogjakarta.wordpress.com/about/
 9triliun.com/artikel/1174pengertian-masyarakat.html
http://merlitafutriana0.blogspot.com/p/wawancara.html”
Anas Sugiono (1998). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta. PI. Raja Grafindo Persada
  

LAMPIRAN
BIODATA PENULIS

Nama                          : Muh Mubayyinus Salam
Jurusan                        : Bahasa dan Sastra Arab
Fakultas                       : Adab dan Ilmu Budaya
Universitas                  : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
NIM                            : 12110025
Asal                             : Kecamatan Tanjung Redeb – Kabupaten Berau – Kalimantan Timur
TTL                             : Pati, 03 Juni 1993
Riwayat Pendidikan   : 1. TK Cahya Patria, Pati
                                     2. MIN Tanjung Redeb, Berau
                                     3. MTsN Tanjung Redeb, Berau
                                     4. ITTC, Ponorogo
                                     5. MA Raudlatusy Syubban, Pati
                                     6. UIN Sunan Kalijaga
Motto Hidup               : “ Don’t You Think what you are, But You are what you  think “



Yogyakarta, 10 Januari 2014



Muh. Mubayyinus Salam



[1] PC Al Khidmah Kampus. 2013. Materi – Materi Pendidikan anggota Dasar ( PAD ) Al Khidmah Kampus UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta. hal 1
[2] PP Al Khidmah. 2013. PEDOMAN DASAR ORGANISASI (PDO) AL KHIDMAH KAMPUS. Yogyakarta. Hal vii
[3] PP Al Khidmah. 2013. PEDOMAN DASAR ORGANISASI (PDO) AL KHIDMAH KAMPUS. Yogyakarta. Hal XI
[4] “http://andy-pio.blogspot.com/2013/10/pengertian-jenis-dan-langkah-langkah.html”
[5] Haris-berbagi.blogspot.com/2011/09/al-khidmah-itu-apa.html?m=1
[6] Alkhidmahkampusjogjakarta.wordpress.com/about/
[7] 9triliun.com/artikel/1174pengertian-masyarakat.html
[8] “http://merlitafutriana0.blogspot.com/p/wawancara.html”
[9] Anas Sugiono (1998). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta. PI. Raja Grafindo Persada